27 Desember 2012 19:38

Tender Elektronik Bisa Hemat Anggaran Rp 55 Triliun
Jakarta - Tender elektronik yang akhirnya diimplementasikan pemerintah diklaim bisa menghemat anggaran yang cukup besar, yakni hingga Rp 55 triliun setiap tahunnya.

Tender elektronik yang mulai digelar Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) diklaim punya beberapa keuntungan, salah satunya dipercaya bisa menekan anggaran yang biasanya keluar saat proses tender konvensional berlangsung, misalnya saja pungli.

Tapi di luar itu, sistem tender elektronik juga digandangkan bisa menekan harga yang diajukan tiap-tiap perserta tender. Hal ini pun tertuang dalam perjanjian yang telah disepakati pemerintah dengan para peserta.

"Memang ada aturannya untuk menjaga harga tetap di bawah harga pasaran," kata Agus Rahardjo, Ketua LKPP, Kamis (27/12/2012).

Dengan harga yang lebih murah dari pasaran, maka Agus mengansumsikan penghematan yang luar biasa jika sistem tender elektronik ini terus dilakukan.

Misalnya saja jika diukur dari nilai tender pemerintah yang mencapai Rp 500 triliun setiap tahunnya, dimana nilai tender bisa dipangkas hingga 11%. Jika dihitung-hitung maka pengehematan yang dilakukan bisa mencapai Rp 55 Triliun setiap tahunnya.

"Coba bayangkan, duit sebesar itu bisa untuk bangun berapa bandara di Indonesia," tandas Agus.

Tender elektronik rencanaya akan terus digagas LKPP untuk berbagai pengadaan barang, mulai dari otomotif, obat-obatan, hingga yang baru-baru ini diluncurkan adalah tender elektronik untuk pengadaan jasa internet yang bekerjasama dengan 27 Internet Service Provider (ISP).

Tender seperti ini mewajibkan para peserta tender untuk memasukan nilai penawaran pada e-Katalog yang bisa diakses dari situs LKPP. Dengan demikian, proses tender diklaim akan lebih adil dan transparan.
Trisno Heriyanto - detikinet